Monday, 20 August 2018
Spectr News Theme
Sejuta Berdaya

Kang Eep: Program Pemberdayaan LAZ Al Azhar Terbukti Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Spectr News Theme Admin
2018-03-28 09:10:49
0
5

Pegiat Pertanian Organik sekaligus Ketua Swadaya Petani Indonesia Eep S. Maqdir menjadi salah satu pemateri dalam acara workshop Rumah Pembiayaan Pertanian (RPP) untuk para Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) binaan LAZ Al Azhar di Bandung (Selasa 27/03). Pria yang juga akrab disapa Kang Eep ini mengaku takjub dengan program-program pemberdayaan LAZ Al Azhar yang telah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan para penerima manfaatnya.

Hal tersebut diungkapkan Kang Eep usai terjun langsung menemui para penerima manfaat anggota KSM Jaya Amanah, Bandung selaku tuan rumah acara workshop. Lewat program Sejuta Berdaya, para petani, pedagang dan pelaku usaha jasa binaan LAZ Al Azhar diberi pendampingan agar mandiri dengan mendirikan Saung Ilmu, Rumah Pupuk, pelatihan kewirausahaan dan lain-lain.

Awalnya penerima manfaat yang tidak mampu diberikan dana zakat. Kemudian ketika kondisi usahanya membaik, ditingkatkan dengan diberi pembiayaan qardul hasan, yaitu pembiayaan tanpa bunga dan tanpa bagi hasil. Murni pinjaman 100%.

Hasil dari pemberdayaan dan pendampingan ini pun langsung dirasakan manfaat dan perubahannya. “Pedagang yang tadinya cuma punya kios kecil atau pakai gerobak, sekarang kios/warungnya menjadi lebih besar. Ada juga pelaku usaha jasa jahitan yang tadinya menjadi buruh jahit, sekarang sudah bisa melayani jahitan langsung kepada konsumennya” jelas Eep. 

Program LAZ Al Azhar menurut Eep juga telah mampu mereduksi kemiskinan dan ketergantungan masyarakat kepada rentenir ribawi dengan newujudkan keluarga Mapan Daya Setara (Mandiri Pangan, Berdaya, Sehat dan Sejahtera).

Ini membuktikan bahwa konsep ekonomi ummat yang syariah dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kunci utamanya adalah pendampingan. Oleh LAZ Al Azhar masyarakat diberi pendampingan melalui Saung Ilmu, memberikan pengetahuan dasar-dasar ekonomi syariah, dan pengetahuan peningkatan kemandirian petani peternak dan lain-lain.

Eep juga menyebutkan, saat ini banyak program-program lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah gagal karena hanya sekedar memberikan dana bantuan tunai, tanpa pendampingan yang komprehensif. 

Para rentenir juga telah berhasil menancapkan kukunya menghisap keringat rakyat di desa-desa karena mereka tidak sulit dalam memberikan pinjaman, bahkan cukup bermodal KTP. Sedangkan lembaga pembiayaan baik yang syariah maupun konvensional, tidak bisa menjadi penolong kesulitan rakyat. 

“LAZ Al Azhar telah berhasil menunjukkan bahwa dengan pola muamalah yang sangat sederhana, bermula dari dana zakat, qardul hasan, ternyata petani peternak yang tadinya berada di red/yellow area menjadi berada di green area, alias bankable. Sayangnya, setelah berada di area bankable pun, lembaga pembiayaan masih ragu atau dapat dikatakan tidak mau ambil resiko membiayainya. Maka yang terjadi adalah, orang kaya terus menerus ditawari pinjaman, sedangkan orang miskin sama sekali tidak dilirik”. 

“Kalau kondisi ini terus berlanjut, jangan-jangan hanya model Rumah Pembiayaan Pertanian LAZ Al Azhar satu-satunya harapan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama petani, peternak, dan pedagang kecil. Kecuali ada keajaiban, terbukanya hati para bankir”, tutup Eep.

Komentar

Registration Login
Lost your Password?
Registration Login
A password will be send on your post
Registration Login
Registration