Monday, 20 August 2018
Spectr News Theme
Zakat Pride

Kemiskinan dan Pengangguran

Spectr News Theme Admin
2018-03-23 09:16:50
0
5

Kemiskinan dan pengangguran merupakan fenomena yang berkaitan satu sama lain. Pertumbuhan Pembangunan Ekonomi (Economic growth development) yang dijalankan pemerintah sejak awal negeri ini berdiri, meskipun menorehkan prestasi keberhasilan pertumbuhan ternyata belum dapat menuntaskan masalah kemiskinan. Di sisi lain proses pembangunan yang dirancang bahkan menimbulkan ketimpangan antara si kaya dan si miskin.

Menurut Sigit, terjadinya krisis ekonomi tahun 1997 telah melipatgandakan jumlah penduduk miskin dan menambah pengangguran.

“Sebagaimana kita ketahui, bahwa kemiskinan seseorang juga dilihat dari kemampuan seseorang dalam mencukupi kebutuhan hidupnya dan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, maka seseorang tersebut harus memiliki sumber penghasilan yang salah satunya adalah dengan bekerja, memanfaatkan tenaga dan keahliannya untuk berkarya dengan pihak lain yang kemudian atas kinerjanya itu ia mendapatkan upah atau hasil”, tuturnya.

Dua puluh tahun berselang sejak krisis 1997, ternyata ekonomi global mengalami perlambatan bahkan di sebagian negara di dunia mengalami kemunduran. “Kita harus bersyukur karena menurut catatan para ahli, ekonomi Indonesia masih tergolong baik, dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1%. Namun kesenjangan ekonomi masih menjadi masalah yang serius”, tambah Sigit.

Kesulitan ekonomi di masyarakat tentu dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah perubahan orientasi dan perilaku ekonomi akibat aplikasi teknologi yang demikian cepat. Kebijakan industri dari padat karya menjadi padat modal dan mekanisasi produksi mengakibatkan menyempitnya peluang untuk angkatan kerja.

Persaingan meraih peluang kerja antar manusia kini harus pula ditambah dengan penggunaan teknologi sebagai alat produksi. Lihatlah, untuk menjadi petugas kasir parkir dan jalan tol saja manusia sudah tergantikan oleh teknologi.

Di sisi lain, kondisi perlambatan dan perubahan orientasi ekonomi juga mengakibatkan jatuhnya sektor riil yang menimbulkan angka pengangguran. Banyak perusahaan yang melakukan rasionalisasi dengan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja, pensiun dini, merumahkan, kontrak sesaat, atau yang lainnya.

Sigit juga menambahkan bahwa lesunya sektor riil, aplikasi teknologi sebagai alat produksi, kebijakan peralihan dari padat karya ke padat modal dan mekanisasi industri, serta meningkatnya jumlah angkatan kerja dan usia produktif akan menyebabkan persaingan meraih peluang kerja makin sulit.

“Ketidakmampuan seseorang atau kekalahan dalam persaingan meraih peluang kerja itu pula menjadi ancaman terhadap bertambahnya keluarga miskin. Diperlukan solusi komperhensif dan langkah bersama. Bersama Entaskan Kemiskinan”, tutup Sigit.

Komentar

Registration Login
Lost your Password?
Registration Login
A password will be send on your post
Registration Login
Registration