Friday, 14 December 2018
Spectr News Theme
Formula

Ranu, Bocah yang Rela Jualan Puding Keliling Demi Bantu Korban Gempa Lombok

Spectr News Theme Admin
2018-10-12 03:57:03
0
5

Untuk peduli dengan penderitaan orang lain tidak harus menunggu dewasa, bocah kecil pun bisa. Ranu Belizal Noer contohnya. Umurnya baru 8 tahun dan masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar. Putra pasangan Noer Choliq dan Vina Mardiana, yang tinggal di Dusun Semoyo Berbah Sleman Yogyakarta ini memang berbeda dengan bocah kecil kebanyakan. Jiwa berbagi dan kepeduliannya kepada penderitaan orang lain sangat kuat melekat. Saat anak seusiaya sibuk bermain, dia malah sibuk berjualan puding untuk didonasikan kepada korban gempa Lombok dan Palu.

Sehabis sekolah, Ranu kecil menjajakan puding di sekitar rumah dan kampungnya. Tanpa malu dan canggung, bahkan dia sangat bersemangat menenteng rantang berjualan puding. Kalau minggu, ditemani sang ayah dan ibunya, bocah kelahiran 19 Agustus 2010 itu berjualan di Sunmor seputaran kampus UGM. Saat ditanya mengapa mau berjualan, anak yang juga suka menggambar mural itu menjawab “Saya mau membantu orang lain,” katanya kalem.

“Saya tidak pernah menyuruh dia jualan, itu kemauan dia sendiri,” kata Noer Choliq, ayah Ranu ketika ditemui di rumahnya yang sederhana namun bersahaja. Bapak dua putra yang saat ini menjadi pegawai honorer di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta itu pun bercerita. Ide awal jualan puding untuk donasi berasal dari istrinya, Vina yang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu untuk membantu para korban gempa di Lombok. Pilihan untuk jualan puding juga bukan karena dia pandai memasak, “Saya belajar masak puding pun dari you tube,” kenang wanita asal Pekalongan itu.

Gayung pun bersambut, keinginan untuk jualan puding disampaikan kepada Noer Choliq, suaminya. Sarjana Geografi UGM, yang juga beberapa kali menjadi relawan bencana itu menyambut gembira ide sang istri. Tak disangka, si kecil Ranu juga semangat untuk membantu berjualan. “Nanti aku bantu jualan bu,” kata Vina menirukan perkataan Ranu, “Saat itulah kami menargetkan 1.000 puding untuk donasi Lombok,” tambah wanita berhijab itu. “Walaupun sempet juga pesimis, namun seiring dengan berjalannya waktu, 1000 cup puding akhirnya tercapai juga,” tuturnya.

Hasil penjualan 1000 puding saat ini telah didonasikan untuk korban gempa lombok melalui LAZ Al Azhar. Menurut Bapak Suryamin, koordinator Tim Formula LAZ Al Azhar dan donasi yang diberikan keluarga Ranu sudah dibelikan water toren. “Kami sangat berterimakasih dan terharu atas donasi dari Ranu, ini contoh yang baik bagi anak-anak lain di Indonesia untuk senantiasa peduli dengan penderitaan sesama,” kata pria bertubuh subur itu bersemangat.

Komentar

Registration Login
Lost your Password?
Registration Login
A password will be send on your post
Registration Login
Registration